Rabu, 15 Juni 2011

E T A P (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)

BAB 1
RUANG LINGKUP

1.1 Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk
digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas tanpa
akuntabilitas publik adalah entitas yang:
(a) tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
(b) menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum
(general purpose financial statement) bagi pengguna
eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang
tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur,
dan lembaga pemeringkat kredit.
1.2 Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:
(a) entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau
dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada
otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan
penerbitan efek di pasar modal; atau
(b) entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia
untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas
asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun,
reksa dana dan bank investasi.
1.3 Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan
dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang
membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.

BAB 2

KONSEP DAN PRINSIP PERVASIF
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
2.1 Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan
informasi posisi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus
kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun
yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus
untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Dalam
memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan apa
yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya.
KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI
DALAM LAPORAN KEUANGAN
Dapat Dipahami
2.2 Kualitas penting informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami
oleh pengguna. Untuk maksud ini, pengguna diasumsikan
memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi
dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari
informasi tersebut dengan ketekunan yang wajar. Namun
demikian, kepentingan agar laporan keuangan dapat dipahami
tetapi tidak sesuai dengan informasi yang relevan harus
diabaikan dengan pertimbangan bahwa informasi tersebut
terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pengguna tertentu.
Relevan
2.3 Agar bermanfaat, informasi harus relevan dengan
kebutuhan pengguna untuk proses pengambilan keputusan.
Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat mempengaruhi
keputusan ekonomi pengguna dengan cara membantu mereka

mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan,
menegaskan, atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa
lalu.
Materialitas
2.4 Informasi dipandang material jika kelalaian untuk
mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi
tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna
yang diambil atas dasar laporan keuangan. Materialitas
tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai
dengan situasi tertentu dari kelalaian dalam mencantumkan
(omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement).
Namun demikian, tidak tepat membuat atau membiarkan
kesalahan untuk menyimpang secara tidak material dari SAK
ETAP agar mencapai penyajian tertentu dari posisi keuangan,
kinerja keuangan atau arus kas suatu entitas.
Keandalan
2.5 Agar bermanfaat, informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan harus andal. Informasi memiliki kualitas andal
jika bebas dari kesalahan material dan bias, dan penyajian secara
jujur apa yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar
diharapkan dapat disajikan. Laporan keuangan tidak bebas dari
bias (melalui pemilihan atau penyajian informasi) jika
dimaksudkan untuk mempengaruhi pembuatan suatu keputusan
atau kebijakan untuk tujuan mencapai suatu hasil tertentu.
Substansi Mengungguli Bentuk
2.6 Transaksi, peristiwa dan kondisi lain dicatat dan
disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan
bukan hanya bentuk hukumnya. Hal ini untuk meningkatkan
keandalan laporan keuangan.

BAB 3
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
RUANG LINGKUP

3.1 Bab ini menjelaskan penyajian wajar dari laporan
keuangan yang mematuhi persyaratan SAK ETAP, dan
pengertian laporan keuangan yang lengkap.
PENYAJIAN WAJAR

3.2 Laporan keuangan menyajikan dengan wajar posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas.
Penyajian wajar mensyaratkan penyajian jujur atas pengaruh
transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang sesuai dengan definisi
dan kriteria pengakuan aset, kewajiban, penghasilan dan beban
yang dijelaskan dalam Bab 2 Konsep dan Prinsip Pervasif.
Penerapan SAK ETAP, dengan pengungkapan tambahan jika
diperlukan, menghasilkan laporan keuangan yang wajar atas
posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas.
Pengungkapan tambahan diperlukan ketika kepatuhan atas
persyaratan tertentu dalam SAK ETAP tidak memadai bagi
pemakai untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu,
peristiwa dan kondisi lain atas posisi keuangan dan kinerja
keuangan entitas.

KEPATUHAN TERHADAP SAK ETAP
3.3 Entitas yang laporan keuangannya mematuhi SAK
ETAP harus membuat suatu pernyataan eksplisit dan secara
penuh (explicit and unreserved statement) atas kepatuhan
tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Laporan
keuangan tidak boleh menyatakan mematuhi SAK ETAP
kecuali jika mematuhi semua persyaratan dalam SAK ETAP.



IKATAN AKUNTAN INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar