Kamis, 21 April 2016

Visa Korea Selatanku Sayang, Melayang

Korea Selatan. Entah mengapa menjadi rencana tujuan Backpacking kami (Saya dan Vina) pada tahun 2016 ini. Mungkin karena kami berdua hobi nonton drama korea kali ya. Ditambah lagi ada anggota Backpacker Dunia, Kak Dian yang tahun kemaren udah ke Korsel sendirian. Wuih ajib, kami pun jadi termotivasi tuk menyambangi negara Ginseng tersebut.

Pada bulan Oktober 2015, kami sudah book tiket ke Korsel via Kuala Lumpur, karena penerbangan dari Padang langsung ke Korsel gak ada. Rute kami :

Berangkat :
07-Mei-16 Padang - Kuala Lumpur  13.50
08-Mei-16 Kuala Lumpur - Busan 01.00

Kembali :
15-Mei-16 Seoul - Kuala Lumpur
16-Mei-16 Kuala Lumpur - Padang 08.00

Dengan biaya tiket sekitar Rp. 3.900.000,-

Setelah kami booking tiket, kami mulai mengumpulkan informasi mengenai Korsel, mulai dari belajar sedikit bahasanya, akomodasi, transportasi dan menghubungi beberapa teman yang sudah pernah kesana. Kami juga pernah sekali bertemu dengan Kak Dian tuk minta informasi mengenai visa, dan alhamdulillah dia punya teman di Jakarta yang bisa bantuin kami tuk ajukan Visa Korsel. 

Kami juga dikenalkan Kak Dian sama Kak Mahi, travelmate Kak Dian ketika mengunjungi Korsel Oktober 2015 lalu. Kak Mahi bantu kami tuk memilih penginapan yang stategis dan tentu saja ramah dikantong kami yang Backpacker Hemat ini. hehe. Dia menyarankan penginapan di Seoul di Leo Guesthouse 2, dengan tarif 55.000 KRW tuk 5 malam di kamar asrama. Kami pun suka, selain khusus perempuan, penginapan ini juga letaknya stategis.

Kami juga meminta ke KTO (Korean Tourism Organization) tuk dikirimkan Maps dan Travel Guide. Alhamdulillah kami juga dikirimkan ke alamat kami masing-masing. Caranya tinggal kirim email ke ktojakarta@knto.or.kr dan mencantumkan nama, alamat dan no. telpon. Sekitar 1 bulan setelah saya kirim email, Maps dan Travel Guide nya mendarat di kantor saya. Alhamdulillah, terima kasih KTO.

Setelah tiket, penginapan dan buku-buku penunjang sudah ada. Kami mulai menyusun Iteneary ketika berada di Korsel nanti. Kami rutin bertukar pikiran, via email ataupun chat di whatssapp. Kalau gak salah ketemu langsung dengan Vina cuma 3 kali. Selain dia tugas di luar kota, Painan. Terkadang saat dia di Padang pun ada kegiatan, sehingga kami tidak bisa bertemu. Alhamdulillah, ketika sebelum pengajuan Visa, itin kami udah selesai, karena kami minta contoh itinnya Kak Dian dan Kak Mahi. Kak Mahi kebetulan juga ke Busan, sedangkan kak Dian gak, jadi kami bisa pilih-pilih kira-kira mana yang bisa.

Sepertinya semua sudah siap, sekarang tinggal mikirin urus visa Korea Selatannya. Kami udah sempat komunikasi via Facebook dengan Mba Ayu, temen Kak Dian yang bantu urusin Visa nantinya. Mba Ayu sudah ngirimin dokumen persyaratan pengurusan visa. Kata Mba Ayu nya ajukan visa awal April aja, soalnya berangkat bulan Mei. Jadi awal April kami siapkan persyaratan yang dibutuhkan, agak sedikit takut ketika minta surat ijin dan surat keterangan kerja dari kantor. Karena bakal minta tanda tangan si bos dan seklalian minta ijin. Alhamdulillah ketika saya mengajukan ijin si bos malah langsung setujui, bahkan bilang sebelum kamu nikah, puas-puasin dulu, nanti ketika sudah nikah agak susah. Terima kasih bos.

Ketika semua persyaratan sudah lengkap, saya kirimkan berkas ke Mba Ayu hari Kamis, jadi Senin tanggal 18 Aprilnya Mba Ayu masukin aplikasi kami ke Kedubes Korsel. Besoknya saya selalu rutin cek status visa kami di sini. Kira-kira hari Rabu saya dihubungi Mba Ayu, katanya hari Jum'at coba dicek aja di web tadi. Sayanya tiap hari ditengokin mulu, karena gak sabar liat hasilnya. hehe. Sampai hari Jum'at juga masih "applied received" aja. Saya juga gak tanyain Mba Ayu, karena dia lagi di Aussie, jadi nanti aja paling dia kasih kabar. Nah, Sabtu malam saya di inbox Mba Ayu (kurang lebih seperti dibawah ini) :

MA : ada dihubungi orang kedutaan gak?
SY : gak ada mba, knp mba?
MA : katanya ada dokumen yang kurang.
SY : kurang apa mba ?
MA : paspor lama sama SPT tahunan
SY : lho paspor kami baru 1 mba, belom ganti. dan SPT tahunan juga udah dikirim diberkas kemaren
MA : oh jd paspor kalian baru ya.
SY : iya mba
MA : wah, berarti kurang teliti nih petugasnya. kalau SPT gimana?
SY : udah saya lampirkan juga mba. saya dan Vina.
MA : yaudah, dikirimin lagi aja SPT Tahunannya yah.
SY : baik mba, besok (Sabtu) saya kirimkan.
MA : okay, nanti alamatnya aku kirimin ya. Mba Ayu kirimin alamat temennya yang bantuin, soale kan dia lagi di Aussie
SY : mba, kok gini ya, padahal kan udah ada kemaren. Wah jadi parno ni bakal gak di approved mba.
MA : saya juga lom pernah kejadian kek gini, mudah-mudahan aja di approved lah.
SY : semoga mba.

Saya langsung telpon Vina, mana nomor dia sibuk lagi, saya dah khawatir tingkat dewa, parno duluan, takut direject. Akhirnya Vina nelpon balik, saya ceritakan semuanya, diapun sama khawatirnya. Yaiyalah, siapa yang gak khawatir coba, kalo sempat Denied alias ditolak, pasti galau, tiket udah kebeli, dah terlanjur seneng n berharap bakal di approved. Akhirnya kami saling kasih motivasi, nguatin. Vina ini anaknya pinter buat nyemangatin, haha tapi nyemangatin orang aja. Kami sama-sama berdoa, semoga visa kami diterima.

Besok harinya saya kirimkan berkas SPT Tahunannya, dan langsung kasih kabar ke Mba Ayu. Kata Mba Ayu Senin bakal diajukan lagi, semoga diterima.

Seperti aktivitas kemaren, setiap pagi saya selalu cek status visa di web. Senin, Selasa masih status yang sama "applied received", nah pas Rabu saya kaget "Denied". Ya Allah, yang ditakutkan terjadi. Saya coba cek visa Vina dan ternyata dia "Approved". Ya Allah, Vina yang berangkat, saya enggak. Sedih bro, bangetsssss. Kecewa bangeeeeetsss. Saya langsung hubungi Vina, truz langsung bilang "Vina visa kamu Approved, saya Denied." Vina pun shock, senengnya tingkat tinggi tinggi galaunya jg tingkat dewi katanya. Selesai nelpon saya terdiam, what a shocking day.

Bersambung....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar