Senin, 21 November 2016

NEPAL 4 JAM DAN 2 LAGU INDIA

SAMJHAWAN - ARIJIT SINGH & SHREYA GOSHAL

Nahi Jeena Tere Baaju, Nahi Jeena, Nahi Jeena - 4x
(Aku tidak bisa hidup tanpamu)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Tu Ki Jaane Pyaar Mera
(Apa yang kau tahu tentang cintaku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Bagaimana bisa aku menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee

(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Tu Ki Jaane Pyaar Mera
(Apa yang kau tahu tentang cintaku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Bagaimana bisa aku menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Mere Dil Ne Chun Laiya Ne
(Hati kita menyatu)

Tere Dil Diyaan Raahaan
(Jalan yang menuju hatimu)

Tu Jo Mere Naal Tu Rehta
(Jika dirimu bersamaku)

Turpe Meriyaan Saaha
(Menjalani hidup akan terasa mudah bagiku)

Jeena Mera Hoye Hun Hai Tera Ki Main Karaan
(Aku akan hidup hanya denganmu, aku tidak dapat berbuat apa - apa)

Tu Kar Aitbaar Mera
(Percayalah padaku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Aku akan menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Ve Changa Nahion Keetaan Beeba - 2x
(Kau tidak melakukan hal yang benar, yang baik)

Dil Mera Tod Ke
(Dengan menghancurkan hatiku)

Ve Bada Pachhtaiyaan Akhaan - 2x
(Begitu banyak penyesalan di kedua mata ini)

Naal Tere Jod Ke
(Karena tatapanmu)

Tenu Chadd Ke Kitthe Jawaan
(Kemana akan ku pergi setelah meninggalkanmu)

Tu Mera Parchhanva
(Kau seperti bayanganku)

Tere Mukhde Vich Hi Main Taan
(Dalam wajahmu sendiri)

Rab Nu Apne Pawaan
(Aku bisa melihat sekilas Tuhan)

Meri Dua... Haaye… Sajda Tera Kardi Sadaa
(Aku berdoa padamu, menundukkan kepala padamu)

Tu Sun Iqraar Mera
(Dengar, aku telah menerimamu sebagai kekasihku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Bagaimana bisa aku menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)


Lagu Samjhawan dinyanyikan enak banget oleh Arijit Singh dan Shreya Goshal, dimana lagu ini salah satu dari soundtrack film Humpty Sharma Ki Dulhania (2014) - yang dibintangi oleh Varun Dhawan dan si cute Alia Bhatt.

Awal mulanya tau lagu mesra marontis ini dari teman saya yang memang menyukai apapun yang berhubungan dengan India (entah lagunya,filmnya, negaranya dll). Meskipun ga tau artinya, tapi dari musiknya udah mendayu-dayu, bikin jatuh hati pada pendengaran pertama. Aseeeek. 

Saya dan temen saya ini punya rencana bakal tracking ke ABC (Annapurna Base Camp) di Nepal pada tanggal 02 Juli 2016, H-4 lebaran. Sebuah rencana yang mengharu biru, penuh tangisan dan tantangan. Karena perjalanan ini bakal dilaksanakan pada saat Hari Raya Lebaran jadi orang tua bakal susah ngijinin anak gadisnya ke negara orang dan agak kurang tenar di kebanyakan orang. Belum lagi ijin dari Bos di kantor. Jadi pesimis duluan.

Awalnya saya minta restu dari orangtua dulu. Masih maju mundur karena ragu dan takut bakal ditolak, padahal tiketnya sudah di issued. Dengan susah payah saya meyakinkan orangtua, akhirnya saya pun mengantongi ijin. Meskipun dengan agak sedikit merevisi tujuan saya ke Nepal, kalau saya bilang bakal trekking kayaknya ga bakal diijinin.

Lanjut dengan ijin/cuti dari kantor. Kebetulan pada bulan Juni saya di mutasi dari Kantor Cabang ke Kantor Proyek, yang notabenenya diproyek rada sibuk ketimbang di kantor cabang. Saya kurang yakin kalau atasan mengijinkan saya cuti selama 21 hari, cuti lebaran cuma 12 hari kalo ga salah, dan cuti tahunan nya 10 hari. Saya tipe orang yang kurang berani ngomong langsung dengan orang lain, saya lebih senang melalui media, entah itu telpon, sms ataupun whatssapp. Akhirnya saya beranikan diri minta ijin atasan melalui whatsapp untuk cuti selama 10 hari setelah jatah cuti lebaran, dan atasan saya menolak, dengan alasan kalo cuti lebih dari seminggu harus ijin kantor Wilayah di Medan. Saya pun pasrah. Sedangkan teman saya sedikit "memaksa" biar bolos saja, sesekali agak berani gpp. Tapi saya bukan tipe yang berani gitu, jadi maaf teman, terpaksa saya cancel tiket pulang saya di hari terakhir jatah cuti lebaran. Yang semula tanggal 21 Juli menjadi tanggal 12 Juli 2016. Itupun saya mesti reschedule tiket dengan tambahan sekitar 2jtaan. Daripada ga jadi berangkat sama sekali, sayapun harus merogoh kocek yang Alhamdulillah lagi "basah" karena bonus lebaran dan THR. Yang penting jadi berangkat meskipun dengan total hari cuma 10 hari saya tidak bakal bisa ikutan trekking dengan teman saya. Mungkin belum diijinkan Allah, mungkin belum sekarang, tapi nanti. Aamiin.

Eh maaf ya pembukaannya rada panjang, biar temen-temen tau perjuangan saya bisa mengunjungi Nepal. Yang mau saya bahas awalnya tentang lagu samjhawan aja, hehe malah keterusan bahas Nepal, ya sikit aja buat pembukaan. 

Jadi, pas kepulangan saya setelah 10 hari melanglangbuana melintasi khatulistiwa dengan perjuangan yang membahana dan alhamdulillah jadi bahagia, saya terpaksa pulang seorang diri dari Nepal transit Kuala Lumpur terus ke Padang. Jadi sewaktu saya mendengar lagu Samjhawan ini, saya langsung minta di blutut ke HP saya dan satu lagi lagu tum satho. 

Perjalanan Nepal - Kuala Lumpur sekitar 4 jam dan saya seorang diri tanpa ada yang menemani. Eh cuma HP dan headset yang bisa diharapkan jadi teman perjalanan pulang ini. Saya lupa kalo saya jarang nyimpen lagu di HP, ya cuma 2 lagu itulah Samjhawan dan Agar Tum Saath ho yang diulang-ulang selama 4 jam perjalanan. 1 lagu sekitar 5 menit, berarti 2 lagu 10 menit. Jadi dalam 240 menit kurang lebih mengulang lagu tersebut 24 kali. Haha gimana rasanya sodara-sodara? Bosen? Ga lah. Ga salah lagi. haha, sampe apal ama liriknya. Tapi ga da pilihan lain lagi siy. Temen sebelah juga cuek bebek, ga da ngajak ngobrol. 

Udah itu aja yang mau saya ceritain ditulisan ini. Maaf kalo kurang berkenan, hehe daripada saya ga da posting tulisan baru, setidaknya cerita singkat dan ringan ini bisa menghibur. Mari kita dengarin lagu Samjhawan dan Agar Tum Saath ho.

SAMJHAWAN

AGAR TUM SAATH HO

Bagaimana komentar teman-teman dengan 2 lagu diatas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar