Ini sambungan dari tulisan saya sebelumnya belum sempat lanjutin dikarenakan sindrom malas melanda. hehe
Baiklah, setelah visa saya ditolak, apa yang bisa saya lakukan selain bersabar sembari berdoa agar Allah menguatkan hati saya yang rapuh ini. Ya selain itu saya punya teman-teman baik hati yang menghibur saya. Alhamdulilllah.
Teman saya yang visanya di approve ini awalnya ragu berangkat, karena bakal solo menjelajahi negeri gingseng ini, mungkin juga krn ga tega juga ya liat saya gagal berangkat, ga sampe ati gitu. Tp akhirnya dia berangkat dan kembali dengan selamat, alhamdulillah. Semoga kelak saya bisa berkunjung ke Korea Selatan nantinya. Sebuah kalimat penghibur saya pada saat sedih karena visa ditolak itu "Meskipun gagal ke Korea, mudah-mudahan segera ke KUA". Aamiin. Ketika saya teringat tentang visa, saya langsung mengulang-ulang kalimat tersebut.
Saya pernah baca, Allah selalu mengabulkan semua permintaan hambaNya:
Yang pertama : iya Aku kabulkan, yang kedua: Tidak, jangan itu (Insya Allah bakal diganti Allah dengan yang lebih baik, karena Dia lebih mengetahui daripada kita) dan yang ketiga: Tidak sekarang tapi nanti.
Dan janji Allah itu pasti, Alhamdulilah kegagalan saya ke Korea Selatan pada bulan Mei membawa saya ke KUA pada bulan Oktober 2016 ini. Allah Maha Besar tidak akan pernah menyia-nyiakan hamba yang percaya kepadaNya. Alhamdulillah ya Allah,
"Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku" (QS. 19 : 4).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar