Jumat, 02 Desember 2016

Memaknai Kehilangan

(repost dari FB suami)
 
Milih diksi yg pas, ternyata bisa mempengaruhi mindset dan perasaan kita.
Kemaren-kemaren ikut channel Telegram
https://telegram.me/rahasiamagnetrezeki , salah satu isi materinya adalah 'Lunas Hutang Seketika'.
 
Dalam ceramahnya, Ustadz Nashrullah mengubah mindset 'hutang' -> 'amanah'. Hutang berkonotasi negatif dan seolah-olah beban. Sementara amanah bermakna lebih positif dan kewajiban yang harus dijaga dan ditunaikan.
Lunas deh hutang, yang ada adalah amanah. Jarang lho orang dapat amanah berupa pinjaman uang. πŸ˜ƒπŸ˜ƒ
 
Begitupun dengan motor kami yang 'dipinjam' oleh orang nggak dikenal. Bagi kami itu adalah 'kehilangan' -> 'penggantian' . Nggak ada yang hilang, cuma lagi dipinjem sama Allah dan nanti motornya diganti (dengan yg lebih baik). Ya roda empat misalnya, pick up, truk atau fuso. Hahaha
Siapa tau jadi juragan jasa angkutan pindahan.
 
Kami berdua pun pas kejadian kemaren Maghrib di parkiran masjid ya biasa aja. Tanpa umpatan, tanpa penyesalan, tanpa sumpah serapah, tanpa berandai andai (andai ya motornya diparkir disana... andai motornya bla bla bla).
 
 
 
Lokasi parkir - Motor kami yang hilang
 
 
Langsung telpon orang rumah, dijemput dan meluncur ke kantor polisi. Kami cuma berharap motor balik aja dengan utuh. Kalo ketemu pelakunya pun nggak akan kami pukuli, nggak akan kami maki-maki. Paling yaa siram air keras/raksa aja. Hahaha
 
Kami pun pernah mengalami kejadian 'kehilangan' serupa, Rindi Silvia gagal ke Korea karena visa nggak lolos, padahal semua udah diurus dan dibeli. Total kerugian mungkin kisaran harga motor kami yg sekarang.

 Saya, pernah lalai juga soal keuangan. Pernah 'lost' **.000.000 total digitnya delapan. Dan kami berdua memaknai dgn baik. Allah ganti gagal ke Korea menjadi ke KUA. Allah ganti 'lost' dgn 'find' the angel in the world.
 
Finally, usaha tetep kami lakukan, dengan lapor polisi, sebar info di sosial media, dsb
Sisanya pasrah dan doa.

 Doa, 'Ya Allah kami ridho motor kami kembali atau beli motor yg baru atau beli roda empat atau kami naik pesawat ke Tanah Suci aja ya Allah' πŸ˜πŸ˜‡
 
Halo, white baru sehari kami sudah merindukanmu.

Selasa, 29 November 2016

OST. WHO ARE YOU

Title                  : T 윀미래 (Yoonmirae) – λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ λ“€μ–΄μ€„κ²Œ
                           (I’ll Listen To What You Have To Say)
[Who Are You – School 2015 – ν›„μ•„μœ -학ꡐ 2015 OST] Part 3

 Genre               : λ°œλΌλ“œ (Ballad), TV λ“œλΌλ§ˆ (TV Drama)
Release Date    : 2015-05-11
Language         : Korean




Yoonmirae – λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ λ“€μ–΄μ€„κ²Œ Hangul


μšΈκ³ μžˆλŠ” μŠ¬ν”ˆ λ„€κ²Œ
νž˜λ“€μ—ˆλ˜ λ„€κ²Œ
κ°€μŠ΄μœΌλ‘œ λΆˆλŸ¬μ£ΌλŠ”
널 μœ„ν•œ λ…Έλž˜
ν˜Όμžλž€ 생각이 λ“€λ•Œ
κ°‘μžκΈ° 눈물이 λ‚ λ•Œ
아무도 λ„ˆμ˜ 곁에
μ—†λ‹€κ³  λŠλ‚„λ•Œ
κΈ°μ–΅ν•΄ ν˜Όμžκ°€ μ•„λ‹Œκ±Έ
세상이 늘 μ•„ν”„κ²Œν•΄λ„
이젠 μ™Έλ‘œμ›Œλ„
μŠ¬νΌλ„ μšΈμ§€λŠ”λ§ˆ
말없이 널 μ•ˆμ•„μ€„κ²Œ
λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ λ“€μ–΄μ€„κ²Œ
λŒμ•„λ΄ λ‚΄κ°€ μžˆμ„κ²Œ
λ‹ˆκ°€ 흘린눈물
λͺ¨λ‘ λ‹¦μ•„μ€„κ²Œ
λ„ˆμ˜ μ™Έλ‘œμ›€λ„
잠이 μ˜€μ§€μ•Šμ€ 밀에
μ“Έμ“Έν•œ 빈 방에
λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ 듀어쀄
λˆ„κ΅°κ°€ μ—†μ„λ•Œ
μŸμ•„μ§€λŠ” λΉ—λ¬Όμ²˜λŸΌ
νž˜λ“ μΌμ΄ λ„€κ²Œ μ˜¬λ•Œ
피할곳도 없이
흠뻑 λ„ˆλ₯Ό 적싀 λ•Œ
κΈ°μ–΅ν•΄ ν˜Όμžκ°€ μ•„λ‹Œκ±Έ
세상이 늘 μ•„ν”„κ²Œν•΄λ„
이젠 μ™Έλ‘œμ›Œλ„
μŠ¬νΌλ„ μšΈμ§€λŠ”λ§ˆ
말없이 널 μ•ˆμ•„μ€„κ²Œ
λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ λ“€μ–΄μ€„κ²Œ
λŒμ•„λ΄ λ‚΄κ°€ μžˆμ„κ²Œ
λ‹ˆκ°€ 흘린눈물
λͺ¨λ‘ λ‹¦μ•„μ€„κ²Œ
λ„ˆμ˜ μ™Έλ‘œμ›€λ„

Yoonmirae – λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ λ“€μ–΄μ€„κ²Œ Romanization

ulgoissneun seulpeun nege
himdeureossdeon nege
gaseumeuro bulleojuneun
neol wihan norae
honjaran saenggagi deulttae
gapjagi nunmuri nalttae
amudo neoui gyeote
eopsdago neukkilttae
gieokhae honjaga aningeol
sesangi neul apeugehaedo
ijen oerowodo
seulpeodo uljineunma
maleopsi neol anajulge
neoui yaegil deureojulge
dorabwa naega isseulge
niga heullinnunmul
modu dakkajulge
neoui oeroumdo
jami ojianheun bame
sseulsseulhan bin bange
neoui yaegil deureojul
nugunga eopseulttae
ssodajineun bismulcheoreom
himdeuniri nege olttae
pihalgosdo eopsi
heumppeok neoreul jeoksil ttae
gieokhae honjaga aningeol
sesangi neul apeugehaedo
ijen oerowodo
seulpeodo uljineunma
maleopsi neol anajulge
neoui yaegil deureojulge
dorabwa naega isseulge
niga heullinnunmul
modu dakkajulge
neoui oeroumdo

 

Yoonmirae – λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ λ“€μ–΄μ€„κ²Œ English Translate

For you, who is sad and crying
For you, who is struggling
I’ll sing this song for you with all my heart
When you think you’re alone, when you suddenly start to cry
When you feel like no one is next to you
Remember that you’re not alone
Even if the world always hurts you
Even when you feel lonely or sad, don’t cry
I’ll wordlessly hug you, I’ll listen to you
Look back, I’ll be here
I’ll wipe away all your tears
Even all your loneliness
On a sleepless night, when you’re in your lonely and empty room
When there’s no one to listen to you
When hardships come to you like falling rain
And drenches you without being able to avoid it
Remember that you’re not alone
Even if the world always hurts you
Even when you feel lonely or sad, don’t cry
I’ll wordlessly hug you, I’ll listen to you
Look back, I’ll be here
I’ll wipe away all your tears
Even all your loneliness


Yoonmirae – λ„ˆμ˜ μ–˜κΈΈ λ“€μ–΄μ€„κ²Œ Indonesian Translate

Untukmu, yang sedang bersedih dan menangis
Untukmu, yang selalu berjuang
Aku akan menyanyikan lagu ini untukmu dengan sepenuh hati
Ketika kau berpikir engkau sendirian, ketika kau tiba-tiba mulai menangis
Ketika kau merasa seperti tidak ada satu pun yang ada di sampingmu
Ingat bahwa kau tak sendirian
Bahkan jika dunia selalu menyakiti mu
Bahkan ketika kau merasa kesepian atau sedih, jangan menangis
Aku tanpa kata akan memeluk dirimu , aku akan mendengarkan dirimu
Melihat ke belakang, aku akan berada di sini
Aku akan menghapus semua air mata mu
Bahkan semua kesepianmu
Pada malam tanpa tidur, ketika kau berada di kesepian dan kosong kamar milikmu
Ketika tidak ada yang mendengarkanmu
Ketika kesulitan datang kepada mu seperti jatuh hujan
Dan membasahi mu tanpa bisa menghindarinya
Ingat bahwa kau tidak sendirian
Bahkan jika dunia selalu menyakiti mu
Bahkan ketika kau merasa kesepian atau sedih, jangan menangis
Aku tanpa kata akan memeluk dirimu, aku akan mendengarkan mu
Melihat ke belakang, aku akan berada di sini
Aku akan menghapus semua air mata mu
Bahkan semua kesepian mu
Credits :
Hangul & Romanization : klyrics.net
English : popgasa.com
Indonesian : terjemahanlagu-barat.blogspot.com

Lagi suka-sukanya lagu ini...


Senin, 28 November 2016

PERTEMUAN YANG INDAH

Hai Pak Suami, ingatkah kamu 1 tahun yang lalu pertama kita bertemu? Ga nyangka ya ternyata ini skenario indah dari Allah. Dipertemukan di grub pejalan "Backpacker Dunia".

Kamu melamar pekerjaan di Lampung dan ditempatkan di Padang, mungkin sebuah kode dari Allah, kalo kamu bakal dapat jodoh disini. hehe. Karena di Lampung kamu juga gabung di BD Lampung, jadi setibanya di Padang, kamu juga mencari grup BD Sumbar dan langsung joint.

Saya dan teman juga berencana ingin mengunjungi negeri ginseng, Korea Selatan dengan teman saya, Vina. Nah, setelah kami mencari2 info tentang Korsel, kami menemukan grup BD ini dan kebetulan ada yang di Sumbar. Kami pun segera joint untuk menggali informasi kepada suhu-suhu yang sudah biasa melanglang buana ini. Dan pas juga BD Sumbar mau mengadakan gathering, jadi kami langsung hubungi admin BD Sumbar yaitu Uda Yanuhardi, bahwa kami berdua Insya Allah akan hadir pada acara gathering tersebut.

Gathering diadakan di El's Coffee, pada tanggal 28 November 2015 dan ternyata suami saya ini adalah salah seorang narasumbernya yang akan sharing tentang India. Awalnya siy ga ada perasaan atau pikiran bahwa ini lo jodoh saya. Saya cukup menikmati pemaparan dari dia yang cukup menghibur karena sesekali juga diselingi dengan humor. Apalagi memang ada satu cerita yang membuat semua anggota yang hadir ketawa, itu lo yang di atas kereta, Hijra. Ingat Pak Suami?  Hehe

Sejak pertemuan itu, kami tidak ada komunikasi yang intens, paling cuma komen di IG (seingat saya). Satu bulan setelah gathering, BD Sumbar juga mengadakan perjalanan ke Padang Mangateh, di Payakumbuh, saya ikut beserta rombongan dari Padang sedangkan kamu menyusul karena sudah berangkat H-1nya. Entah mengapa, dari teman-teman yang ikut, kamu menghubungi saya ketika menanyakan lokasi kami, bukankah selama ini kita ga pernah komunikasi langsung (telpon atau sms atau wa) awalnya ngerasa agak aneh juga, lho ni anak kok hubungi saya kok ga yang lain, seperti Uni Sis dan Uda Yanu yang merupakan admin BD Sumbar. Haha, jangan-jangan kamu udah naksir saya duluan ya Pak Suami?

Kode selanjutnya, haha. Pada saat tahun baruan , kok tujuan kita sama ya? Bukittinggi. Kebetulan saya akan tahun baruan di sana dengan 2 orang teman saya, Mery dan Kak Ied. Siangnya kamu udah check in di Facebook, kalo kamu udah di Bukittinggi, entah kenapa saya juga langsung inbox kamu buat janjian ntar malam ketemuan di Jam Gadang. Sebelum jam 00.00 pergantian tahun, kita bertemu, meskipun bersesak-sesakan dengan lautan manusia yang memenuhi pelataran Jam Gadang, dan merayakan pergantian tahun bersama. Setelah merayakan pergantian tahun bersama lalu merayakan pergantian status bersama. Alhamdulillah. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan.

Pada tanggal 1 Januari kita juga melanjutkan perjalanan ke Tarusan Kamang, kami menggunakan sepeda motor, saya berboncengan dengan kamu dan Mery dengan Kak Ied. Kayaknya di sini juga masih biasa aja, belum ada yang spesial siy. Namun perjalanan belum berakhir sampai disini, setelah pulang dari Bukittinggi, komunikasi agak lebih intens daripada biasanya. Dan kita juga liburan ke Hat Yai, Thailand Selatan bersama teman saya juga, Mery.

Setelah ke Hat Yai, Thailand kita juga melanjutkan perjalanan ke Nepal dan akhirnya melanjutkan ke jenjang pernikahan pada tanggal 9 Oktober 2016. Tidak genap 1 bulan setelah pertemuan, kita disatukan Allah, meskipun beda daerah, toh kalo Allah sudah berkehendak, apapun jadi mungkin. Bisa jadi, ini juga doa-doa dari orang-orang yang menyayangi kita, supaya dipertemukan dengan yang terbaik dan kamu adalah yang terbaik yang di pilihkan Allah.

Terima kasih sudah mau menerima saya dengan segala kekurangan dan kelebihan saya. Semoga kita selalu bersama-sama saat bahagia maupun duka, tidak saling melepaskan ketika masalah menghadang justru saling berpegangan tangan saling menguatkan.

Alhamdulillah ya Allah pada tanggal ini di tahun yang lalu Engkau telah mempertemukan saya dengan dia, yang sekarang telah menjadi suami yang penyabar, penyayang dan selalu ada.










Senin, 21 November 2016

Visa Korea Selatanku Sayang, Melayang 2

Ini sambungan dari tulisan saya sebelumnya belum sempat lanjutin dikarenakan sindrom malas melanda. hehe

Baiklah, setelah visa saya ditolak, apa yang bisa saya lakukan selain bersabar sembari berdoa agar Allah menguatkan hati saya yang rapuh ini. Ya selain itu saya punya teman-teman baik hati yang menghibur saya. Alhamdulilllah. 

Teman saya yang visanya di approve ini awalnya ragu berangkat, karena bakal solo menjelajahi negeri gingseng ini, mungkin juga krn ga tega juga ya liat saya gagal berangkat, ga sampe ati gitu. Tp akhirnya dia berangkat dan kembali dengan selamat, alhamdulillah. Semoga kelak saya bisa berkunjung ke Korea Selatan nantinya. Sebuah kalimat penghibur saya pada saat sedih karena visa ditolak itu "Meskipun gagal ke Korea, mudah-mudahan segera ke KUA". Aamiin. Ketika saya teringat tentang visa, saya langsung mengulang-ulang kalimat tersebut. 

Saya pernah baca, Allah selalu mengabulkan semua permintaan hambaNya:

Yang pertama : iya Aku kabulkan, yang kedua: Tidak, jangan itu (Insya Allah bakal diganti Allah dengan yang lebih baik, karena Dia lebih mengetahui daripada kita) dan yang ketiga: Tidak sekarang tapi nanti.

Dan janji Allah itu pasti, Alhamdulilah kegagalan saya ke Korea Selatan pada bulan Mei membawa saya ke KUA pada bulan Oktober 2016 ini. Allah Maha Besar tidak akan pernah menyia-nyiakan hamba yang percaya kepadaNya. Alhamdulillah ya Allah,

"Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku" (QS. 19 : 4).


NEPAL 4 JAM DAN 2 LAGU INDIA

SAMJHAWAN - ARIJIT SINGH & SHREYA GOSHAL

Nahi Jeena Tere Baaju, Nahi Jeena, Nahi Jeena - 4x
(Aku tidak bisa hidup tanpamu)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Tu Ki Jaane Pyaar Mera
(Apa yang kau tahu tentang cintaku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Bagaimana bisa aku menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee

(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Tu Ki Jaane Pyaar Mera
(Apa yang kau tahu tentang cintaku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Bagaimana bisa aku menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Mere Dil Ne Chun Laiya Ne
(Hati kita menyatu)

Tere Dil Diyaan Raahaan
(Jalan yang menuju hatimu)

Tu Jo Mere Naal Tu Rehta
(Jika dirimu bersamaku)

Turpe Meriyaan Saaha
(Menjalani hidup akan terasa mudah bagiku)

Jeena Mera Hoye Hun Hai Tera Ki Main Karaan
(Aku akan hidup hanya denganmu, aku tidak dapat berbuat apa - apa)

Tu Kar Aitbaar Mera
(Percayalah padaku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Aku akan menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)

Ve Changa Nahion Keetaan Beeba - 2x
(Kau tidak melakukan hal yang benar, yang baik)

Dil Mera Tod Ke
(Dengan menghancurkan hatiku)

Ve Bada Pachhtaiyaan Akhaan - 2x
(Begitu banyak penyesalan di kedua mata ini)

Naal Tere Jod Ke
(Karena tatapanmu)

Tenu Chadd Ke Kitthe Jawaan
(Kemana akan ku pergi setelah meninggalkanmu)

Tu Mera Parchhanva
(Kau seperti bayanganku)

Tere Mukhde Vich Hi Main Taan
(Dalam wajahmu sendiri)

Rab Nu Apne Pawaan
(Aku bisa melihat sekilas Tuhan)

Meri Dua... Haaye… Sajda Tera Kardi Sadaa
(Aku berdoa padamu, menundukkan kepala padamu)

Tu Sun Iqraar Mera
(Dengar, aku telah menerimamu sebagai kekasihku)

Main Karoon Intezaar Tera
(Bagaimana bisa aku menunggumu)

Tu Dil Tuiyon Jaan Meri
(Kau adalah jantung hatiku, hidupku)

Main Tenu Samjhawan Ki
(Bagaimana cara menjelaskannya padamu)

Na Tere Bina Lagda Jee
(Tanpamu, hatiku selalu gelisah)


Lagu Samjhawan dinyanyikan enak banget oleh Arijit Singh dan Shreya Goshal, dimana lagu ini salah satu dari soundtrack film Humpty Sharma Ki Dulhania (2014) - yang dibintangi oleh Varun Dhawan dan si cute Alia Bhatt.

Awal mulanya tau lagu mesra marontis ini dari teman saya yang memang menyukai apapun yang berhubungan dengan India (entah lagunya,filmnya, negaranya dll). Meskipun ga tau artinya, tapi dari musiknya udah mendayu-dayu, bikin jatuh hati pada pendengaran pertama. Aseeeek. 

Saya dan temen saya ini punya rencana bakal tracking ke ABC (Annapurna Base Camp) di Nepal pada tanggal 02 Juli 2016, H-4 lebaran. Sebuah rencana yang mengharu biru, penuh tangisan dan tantangan. Karena perjalanan ini bakal dilaksanakan pada saat Hari Raya Lebaran jadi orang tua bakal susah ngijinin anak gadisnya ke negara orang dan agak kurang tenar di kebanyakan orang. Belum lagi ijin dari Bos di kantor. Jadi pesimis duluan.

Awalnya saya minta restu dari orangtua dulu. Masih maju mundur karena ragu dan takut bakal ditolak, padahal tiketnya sudah di issued. Dengan susah payah saya meyakinkan orangtua, akhirnya saya pun mengantongi ijin. Meskipun dengan agak sedikit merevisi tujuan saya ke Nepal, kalau saya bilang bakal trekking kayaknya ga bakal diijinin.

Lanjut dengan ijin/cuti dari kantor. Kebetulan pada bulan Juni saya di mutasi dari Kantor Cabang ke Kantor Proyek, yang notabenenya diproyek rada sibuk ketimbang di kantor cabang. Saya kurang yakin kalau atasan mengijinkan saya cuti selama 21 hari, cuti lebaran cuma 12 hari kalo ga salah, dan cuti tahunan nya 10 hari. Saya tipe orang yang kurang berani ngomong langsung dengan orang lain, saya lebih senang melalui media, entah itu telpon, sms ataupun whatssapp. Akhirnya saya beranikan diri minta ijin atasan melalui whatsapp untuk cuti selama 10 hari setelah jatah cuti lebaran, dan atasan saya menolak, dengan alasan kalo cuti lebih dari seminggu harus ijin kantor Wilayah di Medan. Saya pun pasrah. Sedangkan teman saya sedikit "memaksa" biar bolos saja, sesekali agak berani gpp. Tapi saya bukan tipe yang berani gitu, jadi maaf teman, terpaksa saya cancel tiket pulang saya di hari terakhir jatah cuti lebaran. Yang semula tanggal 21 Juli menjadi tanggal 12 Juli 2016. Itupun saya mesti reschedule tiket dengan tambahan sekitar 2jtaan. Daripada ga jadi berangkat sama sekali, sayapun harus merogoh kocek yang Alhamdulillah lagi "basah" karena bonus lebaran dan THR. Yang penting jadi berangkat meskipun dengan total hari cuma 10 hari saya tidak bakal bisa ikutan trekking dengan teman saya. Mungkin belum diijinkan Allah, mungkin belum sekarang, tapi nanti. Aamiin.

Eh maaf ya pembukaannya rada panjang, biar temen-temen tau perjuangan saya bisa mengunjungi Nepal. Yang mau saya bahas awalnya tentang lagu samjhawan aja, hehe malah keterusan bahas Nepal, ya sikit aja buat pembukaan. 

Jadi, pas kepulangan saya setelah 10 hari melanglangbuana melintasi khatulistiwa dengan perjuangan yang membahana dan alhamdulillah jadi bahagia, saya terpaksa pulang seorang diri dari Nepal transit Kuala Lumpur terus ke Padang. Jadi sewaktu saya mendengar lagu Samjhawan ini, saya langsung minta di blutut ke HP saya dan satu lagi lagu tum satho. 

Perjalanan Nepal - Kuala Lumpur sekitar 4 jam dan saya seorang diri tanpa ada yang menemani. Eh cuma HP dan headset yang bisa diharapkan jadi teman perjalanan pulang ini. Saya lupa kalo saya jarang nyimpen lagu di HP, ya cuma 2 lagu itulah Samjhawan dan Agar Tum Saath ho yang diulang-ulang selama 4 jam perjalanan. 1 lagu sekitar 5 menit, berarti 2 lagu 10 menit. Jadi dalam 240 menit kurang lebih mengulang lagu tersebut 24 kali. Haha gimana rasanya sodara-sodara? Bosen? Ga lah. Ga salah lagi. haha, sampe apal ama liriknya. Tapi ga da pilihan lain lagi siy. Temen sebelah juga cuek bebek, ga da ngajak ngobrol. 

Udah itu aja yang mau saya ceritain ditulisan ini. Maaf kalo kurang berkenan, hehe daripada saya ga da posting tulisan baru, setidaknya cerita singkat dan ringan ini bisa menghibur. Mari kita dengarin lagu Samjhawan dan Agar Tum Saath ho.

SAMJHAWAN

AGAR TUM SAATH HO

Bagaimana komentar teman-teman dengan 2 lagu diatas?

Kamis, 21 April 2016

Visa Korea Selatanku Sayang, Melayang

Korea Selatan. Entah mengapa menjadi rencana tujuan Backpacking kami (Saya dan Vina) pada tahun 2016 ini. Mungkin karena kami berdua hobi nonton drama korea kali ya. Ditambah lagi ada anggota Backpacker Dunia, Kak Dian yang tahun kemaren udah ke Korsel sendirian. Wuih ajib, kami pun jadi termotivasi tuk menyambangi negara Ginseng tersebut.

Pada bulan Oktober 2015, kami sudah book tiket ke Korsel via Kuala Lumpur, karena penerbangan dari Padang langsung ke Korsel gak ada. Rute kami :

Berangkat :
07-Mei-16 Padang - Kuala Lumpur  13.50
08-Mei-16 Kuala Lumpur - Busan 01.00

Kembali :
15-Mei-16 Seoul - Kuala Lumpur
16-Mei-16 Kuala Lumpur - Padang 08.00

Dengan biaya tiket sekitar Rp. 3.900.000,-

Setelah kami booking tiket, kami mulai mengumpulkan informasi mengenai Korsel, mulai dari belajar sedikit bahasanya, akomodasi, transportasi dan menghubungi beberapa teman yang sudah pernah kesana. Kami juga pernah sekali bertemu dengan Kak Dian tuk minta informasi mengenai visa, dan alhamdulillah dia punya teman di Jakarta yang bisa bantuin kami tuk ajukan Visa Korsel. 

Kami juga dikenalkan Kak Dian sama Kak Mahi, travelmate Kak Dian ketika mengunjungi Korsel Oktober 2015 lalu. Kak Mahi bantu kami tuk memilih penginapan yang stategis dan tentu saja ramah dikantong kami yang Backpacker Hemat ini. hehe. Dia menyarankan penginapan di Seoul di Leo Guesthouse 2, dengan tarif 55.000 KRW tuk 5 malam di kamar asrama. Kami pun suka, selain khusus perempuan, penginapan ini juga letaknya stategis.

Kami juga meminta ke KTO (Korean Tourism Organization) tuk dikirimkan Maps dan Travel Guide. Alhamdulillah kami juga dikirimkan ke alamat kami masing-masing. Caranya tinggal kirim email ke ktojakarta@knto.or.kr dan mencantumkan nama, alamat dan no. telpon. Sekitar 1 bulan setelah saya kirim email, Maps dan Travel Guide nya mendarat di kantor saya. Alhamdulillah, terima kasih KTO.

Setelah tiket, penginapan dan buku-buku penunjang sudah ada. Kami mulai menyusun Iteneary ketika berada di Korsel nanti. Kami rutin bertukar pikiran, via email ataupun chat di whatssapp. Kalau gak salah ketemu langsung dengan Vina cuma 3 kali. Selain dia tugas di luar kota, Painan. Terkadang saat dia di Padang pun ada kegiatan, sehingga kami tidak bisa bertemu. Alhamdulillah, ketika sebelum pengajuan Visa, itin kami udah selesai, karena kami minta contoh itinnya Kak Dian dan Kak Mahi. Kak Mahi kebetulan juga ke Busan, sedangkan kak Dian gak, jadi kami bisa pilih-pilih kira-kira mana yang bisa.

Sepertinya semua sudah siap, sekarang tinggal mikirin urus visa Korea Selatannya. Kami udah sempat komunikasi via Facebook dengan Mba Ayu, temen Kak Dian yang bantu urusin Visa nantinya. Mba Ayu sudah ngirimin dokumen persyaratan pengurusan visa. Kata Mba Ayu nya ajukan visa awal April aja, soalnya berangkat bulan Mei. Jadi awal April kami siapkan persyaratan yang dibutuhkan, agak sedikit takut ketika minta surat ijin dan surat keterangan kerja dari kantor. Karena bakal minta tanda tangan si bos dan seklalian minta ijin. Alhamdulillah ketika saya mengajukan ijin si bos malah langsung setujui, bahkan bilang sebelum kamu nikah, puas-puasin dulu, nanti ketika sudah nikah agak susah. Terima kasih bos.

Ketika semua persyaratan sudah lengkap, saya kirimkan berkas ke Mba Ayu hari Kamis, jadi Senin tanggal 18 Aprilnya Mba Ayu masukin aplikasi kami ke Kedubes Korsel. Besoknya saya selalu rutin cek status visa kami di sini. Kira-kira hari Rabu saya dihubungi Mba Ayu, katanya hari Jum'at coba dicek aja di web tadi. Sayanya tiap hari ditengokin mulu, karena gak sabar liat hasilnya. hehe. Sampai hari Jum'at juga masih "applied received" aja. Saya juga gak tanyain Mba Ayu, karena dia lagi di Aussie, jadi nanti aja paling dia kasih kabar. Nah, Sabtu malam saya di inbox Mba Ayu (kurang lebih seperti dibawah ini) :

MA : ada dihubungi orang kedutaan gak?
SY : gak ada mba, knp mba?
MA : katanya ada dokumen yang kurang.
SY : kurang apa mba ?
MA : paspor lama sama SPT tahunan
SY : lho paspor kami baru 1 mba, belom ganti. dan SPT tahunan juga udah dikirim diberkas kemaren
MA : oh jd paspor kalian baru ya.
SY : iya mba
MA : wah, berarti kurang teliti nih petugasnya. kalau SPT gimana?
SY : udah saya lampirkan juga mba. saya dan Vina.
MA : yaudah, dikirimin lagi aja SPT Tahunannya yah.
SY : baik mba, besok (Sabtu) saya kirimkan.
MA : okay, nanti alamatnya aku kirimin ya. Mba Ayu kirimin alamat temennya yang bantuin, soale kan dia lagi di Aussie
SY : mba, kok gini ya, padahal kan udah ada kemaren. Wah jadi parno ni bakal gak di approved mba.
MA : saya juga lom pernah kejadian kek gini, mudah-mudahan aja di approved lah.
SY : semoga mba.

Saya langsung telpon Vina, mana nomor dia sibuk lagi, saya dah khawatir tingkat dewa, parno duluan, takut direject. Akhirnya Vina nelpon balik, saya ceritakan semuanya, diapun sama khawatirnya. Yaiyalah, siapa yang gak khawatir coba, kalo sempat Denied alias ditolak, pasti galau, tiket udah kebeli, dah terlanjur seneng n berharap bakal di approved. Akhirnya kami saling kasih motivasi, nguatin. Vina ini anaknya pinter buat nyemangatin, haha tapi nyemangatin orang aja. Kami sama-sama berdoa, semoga visa kami diterima.

Besok harinya saya kirimkan berkas SPT Tahunannya, dan langsung kasih kabar ke Mba Ayu. Kata Mba Ayu Senin bakal diajukan lagi, semoga diterima.

Seperti aktivitas kemaren, setiap pagi saya selalu cek status visa di web. Senin, Selasa masih status yang sama "applied received", nah pas Rabu saya kaget "Denied". Ya Allah, yang ditakutkan terjadi. Saya coba cek visa Vina dan ternyata dia "Approved". Ya Allah, Vina yang berangkat, saya enggak. Sedih bro, bangetsssss. Kecewa bangeeeeetsss. Saya langsung hubungi Vina, truz langsung bilang "Vina visa kamu Approved, saya Denied." Vina pun shock, senengnya tingkat tinggi tinggi galaunya jg tingkat dewi katanya. Selesai nelpon saya terdiam, what a shocking day.

Bersambung....


Selasa, 12 April 2016

Antara Kita

Berayun angan...tersipu malu ketika kau membawaku berayun
Angan-angan kecilku berlari berkeliling taman
Impian bak putri kerajaan hilang dalam hutan impian
Akankah kau tetap bertahan?

Aku mulai merebahkan tubuh diatas bumi yang dialasi permadani hijau
Begitu dengan logikaku yang pada akhirnya berlayar pada hamparan biru laut asa
Akankah kau menjadi sosok pertama sebagai tempat logikaku berlayar dan tertambat (untuk seterusnya?)

Seringkali aku ingin berjalan-jalan menelusuri isi hatimu,
hanya untuk mencari jawaban atas tanya yang menjejali pikirakanku akhir ini
Adakah namaku di relung hatimu dan menjadi yang pertama dan seterusnya?

Hai kau wanita diantara pohon yang menjulang
Kau nampak dalam penantian
Mencari rangkaian fakta sebagai satu paket tanya dan jawab
Kau nampak dalam harapan
Berkhusnudzon dalam setiap aliran masa yang melewati doa
Bukankah harapan terbaik adalah yang selalu tersimpan
laksana bongkahan batu yang pada akhirnya menjadi berlian karena digali oleh orang terbaik?

Tuan, ini bukan masalah penantian, ini masalah keyakinan.
Aku terlalu meyakini, Tuhan hanya sedang menguji, bukankah Tuhan Maha Menepati dan tidak pernah ingkar janji?
Bersabar penuh keikhlasan yang perlu dijalani sembari menunggu hadiah terindah dari Illahi

Jawaban terbaik akan selalu hadir seiring kerelaan pada-Nya
Tadi kau sempat bertanya apakah ada namamu di hatiku?
Kenapa tidak kau tanya secara langsung?
Agar kuceritakan dengan ria tentangmu.

Kuberitahu sebelumnya, yang kau baca ini mungkin rasanya berlebihan.
Membacanya kelak mungkin akupun juga tertawa hingga serak
Bukannya aku tidak ingin bertanya secara langsung, aku cuma takut
Takut tak ada lagi angin yang mendekatkan kapalmu ke dermagaku
Takut jika tau semua ini cuma harapku.
Begitu

Akupun begitu. Tetap hening tak berkata apa tentang hati
Hanya melalui lirik, hanya melalui majas, hanya melalui kiasan
Ada cemas, apakah arus tetap membawa kapalku padamu?
Atau bagaimana nantinya?

Yasudahlah, tidak usah kau terlalu cemas, kalaupun memang tidak,
aku hanya perlu segera berkemas, sesederhana itu.

Sebenarnya tidak ada yang perlu berkemas.
Yang perlu adalah bertahan dan memastikan bahwa kapal ini menuju arah yang benar.

Perihal berlayar, biarlah Tuhan yang menentukan arah angin
apakah Dia akan menepikan kapalmu di dermagaku atau tidak
Sebab diujung cerita kita akan tau,
apakah kita akan saling menunggu dan bertahan, atau
malah pergi dan meninggalkan
Apa-apa yang dianggap benar, belum tentu ujungnya baik.
Namun kalau kita menjaga kebaikan, lama-lama kita akan mendapatkan kebenaran.
Jadi mari saling menjaga dalam kebaikan.

Kita hanya perlu menjalani proses yang indah ini
Melakukan dan melanjutkan hal baik dari apa yang sudah kita mulai

Karena berjuang mencapai impian itu indah.
Bagaimana ikhtiar terbaik dilakukan
agar mendapatkan apa yang diinginkan, dan selalu menyisipkan doa-doa dan cita-cita
kepada Tuhan, agar Tuhan meridhai usaha dan impian
Baiklah mari kita nikmati saja prosesnya

Bahwa melewati saat-saat seperti ini akan menjadi sejarah hidup dan teringat sepanjang masa.
Bahwa dalam realita seperti ini mengajarkan kedewasaan, kerelaan hati dan pasrah terhadap hasil

Secara pasti aku merasakan arti sebuah kepasrahan.
Menikmati alur Tuhan yang telah digariskan.
Mencoba bertahan dan menahan tangisan.
Karena aku percaya akan ada sinar kebahagiaan.


Selasa, 01 Maret 2016

BEDAH BUKU HUJAN BERSAMA TERE LIYE

Tere Liye adalah salah satu penulis favorit saya. Buku yang paling saya suka judulnya Sunset Bersama Rosie, tetapi setelah buku Hujan terbit, saya juga memasukkan Hujan menjadi salah satu buku favorit saya. Biasanya saya beli buku Tere Liye langsung ke tbodelisa.blogspot.com karena dapat tanda tangan penulis dan harga lebih murah, tetapi saya dapat penawaran yang lebih menarik jika ikut PO lewat gramediaonline.com bisa dapat payung cantik. ketika baca buku hujan kita bisa hujan-hujanan tanpa takut basah karena ada payung hujan yang free dari gramedia.

Sebenarnya bisa saja saya nunggu bukunya tersedia di toko buku Gramedia Padang, tanpa harus ikutan PO, nunggu lama pake ongkir pula. Tapi seni nya itu lho, belum lagi perasaan bahagia ketika paketan datang diantar kurir yang ternyata untuk kita. Kalau gak salah saya nunggu 1 (satu) bulan setelah PO baru buku dikirim ke alamat, waktu yang lumayan lama, tapi penantian berakhir bahagia, karena ternyata saya jatuh cinta sama Hujannya Tere Liye ini.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya baca fanpage Tere Liye di Facebook, dia bakal hadirin acara Bedah Buku Hujan di Yayasan Ar Risalah Lubuk Minturun Padang, tanggal 28 Februari 2016 jam 09.30, wah kesempatan yang sayang sekali kalau dilewatkan. Segera saya mention di akun tersebut beberapa orang teman saya yang juga penggemar Tere Liye. Mery, Hanafi, Danu dan Kak Ied. Hanafi kayaknya keberatan karena pada acara Bedah Buku Kurniawan Gunadi dulu di FK Unand, peserta laki-lakinya dikit, dianya minder, jadi sekarang malas ikutan katanya, nanti jadi minoritas lagi. hehe padalah kalau dia tahu, pas acara Tere Liye ini rame banget kok kaum Adam ini. Mery dan Danu bersedia ikut, kalau Kak Ied mah saya belum tau pasti dia itu suka baca apa gak. Haha. Kayaknya cuma ikut-ikutan ajah. Piss Kak Ied. Saya pun langsung mengirim sms registrasi ke nomor telepon di fanpage tersebut buat daftarin saya dan Mery. Danu bisa daftar sendiri katanya.

Setelah paketan buku + payung cantiknya Hujan Tere Liye mendarat cantik di kantor Saya. Saya langsung buka dan taraaa...payungnya cantik berwarna biru sesuai dengan cover buku Hujan. Ah gak rugilah nunggu lama kan dapat payung. hehe. Terima kasih Gramedia.

Malamnya saya mulai membaca Hujan. Saya butuh dua hari untuk menamatkan buku tersebut, yang ternyata bikin penasaran tapi untungnya berakhir bahagia. Kan nyesekkan, dah dibikin penasaran, eh endingnya malah gak sesuai dengan perkiraan. hehe. Mantan bg Tere Liye. Saya suka. Gak rugi bacanya deh temen-temen. Silahkan beli, pinjem ato numpang baca di toko buku juga boleh. Gak bakalan nyesel.

Sehari sebelum acara Bedah Buku Hujan, saya menghubungi Mery, ternyata dia lagi pulang kampung dan baru kembali ke Padang hari Senin, karena ada urusan di Pariaman, katanya dari pada capek bolak balik, dia gak jadi ikutan katanya. Yah saya sendirian dunk, nah saya langsung hubungin Danu, dan syukurlah dia pun bersedian berangkat bareng saya dan seorang temannya Uul. Kami janjian di bimbelnya Danu jam 8.30 pagi.

Malamnya saya mikir, berarti besok saya mesti pake rok nih. Soalnya saat Bedah Buku Hujan Mataharinya Kurniawan Gunadi, saya salah kostum teman-teman, kayaknya cuma saya saat itu perempuan yang pake celana panjang, selebihnya pake rok termasuk Mery, temen saya yang juga ikut. Jadi buat acara besok saya gak mau salah kostum lagi, meskipun gak disebutkan dresscode nya tapi daripada salah kostum mendingan pake rok sajalah, lagian pake rok kan juga gak apa-apa. Malah Danu nyaranin pake Kebaya, hellow emangnya mau kondangan Nu? haha

Jam 8.30 saya berangkat dari rumah menuju bimbel Danu, hehe telat dikitlah ya, soalnya janjinya kan 8.30 udah di bimbel. Maapkeun yak Temans. Danu dan Uul udah siap, dan saya dibonceng ama Danu, agak ribet juga siy, karena harus duduk miring karena pake rok, tapi daripada bawa motor sendiri, mayan jauh. Dijalan Danu tanya, tau tempatnya? Saya jawab enggak, tapi kalo menuju kesana saya tau. Nah posisi dimananya itu yang gak tau. Tapi mungkin dianya yang kurang denger ato gimanalah kurang ngerti juga. Haha dia nyasar entah kemana lah kami dibawanya, padahal jalan kesana itu kalau dari Mangunsarkoro kan bisa aja lewat Ampang, atau Siteba. Nah dianya dibilangin ngeyel. Haha. Dia pun lewat Siteba, tapi bukan jalan yang biasa saya lewatin yang bisa langsung nembus ke By Pass sana, kami tersesat teman-teman, mana peta mana peta, jalan pun semakin sempit dan gak aspal lagi, mana dia ngebut, gak nyadar apa kalo saya ni duduknya cem ibuk-ibuk, terpaksa cengkram pegangan motor belakang sama jok. kayak naik ojek, hehe. Saya bilang, "Nu gak nyasar kita ini, 10 menit lagi acara mulai lo, kebedaraan kita entah dimana", dianya gak jawab entah khawatir ato gimana juga gak jelas, akhirnya kita sampai juga ke jalan By Pass, keluarnya dari Sei Sapih, saya pernah kesini sebelumnya karena temen saya rumahnya disini, tapi lewat By Pass bukan lewat jalanan gak jelas kayak tadi.

Akhirnya sampai juga kami di tempat acara, ternyata menuju ke kolam ABG. Yayasan Ar Risalah ini sebelum kolam ABG, kalo aja saya tau lebih awal mungkin gak kayak tadi kejadiannya. Ah ya sudahlah yang penting udah sampai. Seteleh kami registrasi, bayar HTM Rp. 30.000,- kami dikasih Sertifikat yang namanya bisa diisi sendiri dan kupon snack, kami langsung menuju Ruang Serba Guna Yayasan Ar Risalah, ternyata yang sudah penuh dengen peserta. Untung saja kami gak terlambat, karena masih acara pembukaan belum acara Bedah Buku.

Dan saat-saat yang ditunggu pun tiba, Tere Liye naik panggung, dan taraaaa...itu dia di depan sana penulis fenomenal itu, yang di fanpage dinilai sangat berani menulis aspirasinya sampai-sampai Beliau pernah di blokir dari Facebook karena menulis tentang 'LGBT" salud dengan keberaniannya. Dan sekarang ada di depan mata, meskipun sebelumnya udah pernah liat di google siy. Baju kaos oblong warna hitam, celana jeans dan sepatu kets, sederhana tapi membahana. down to earth.

Ada dua sesi diacara bedah buku Hujan ini, yang pertama penjelasan dari Penulis bagaimana cara penulisan sebuah novel dan selanjutnya acara tanya jawab. Tere Liye yang mempunyai nama asli Darwis ini memberikan materi selama 30 menit, yang dapat saya simpulkan sebagai berikut :

Cara menulis novel :
1. Memastikan Ide/Gagasan
2. Menentukan Panggung Cerita (termasuk juga menentukan Karakter)
3. Menentukan Plot Cerita
4. Dituliskan

Bersambung......