---14.00---
Hari Jum’at
ini kami rencananya mau jalan-jalan ke Painan. Berangkat setelah sholat Jum’at,
nginap di Painan di rumahnya Andre. Tapi ternyata Andre Jum’at ini malah mau ke
Padang, karena hari Sabtu dia mau ke Nyarai, Lubuk Alung sama teman kosnya di
Padang. Mery pun masih di Pariaman, jadi yang ready Cuma Saya, Hanafi dan
Defri.
“Napi, jadi
ke Painan?”
“Anak-anak
yang lain mana? Mery masih di Pariaman. Andre pun mau ke Padang.”
“Truz, gak
jadi jalan-jalannya?”
“Ya mo
gimana lagi.”
---16.00---
Hanafi
kebetulan kemaren rental mobil buat nganter ortunya yang baru datang dari
Jakarta ke Pasaman. Jadi rencananya mo dilanjutin rentalnya sampai hari Sabtu. Tapi
berhubung ke Painannya di cancel dan mobil rentalnya pun baru dibalikkan Sabtu
pagi, daripada nganggur, mending dibawa jalan-jalan. Hahaha dasar anak ekonomi.
“Napi, ayoklah
kita ke Bukittinggi aja, gak usah nginap, main ke Jam Gadang abiz tu kita
langsung cuzz Padang lagi.”
“Kita
bertiga aja? (Saya, hanafi dan Defri)”
“Ajak Mery,
kita jemput ke Pariaman sekalian. Kk Ied diajak juga, mana tau mau ikut.”
“Telponlah
Mery”
“Okay.”
Saya
langsung nelpon Mery.
“Mere, ayok
ke Bukittinggi aja, kalo ke Painan kan kayaknya gak mungkin, Andre gak di rumah,
kamu pun masih di Pariaman. Gimana? Nanti kami samperin ke Pariaman dhe.”
“Hmmmm
gimana yak, aku ijin Nyokap dulu yah. Kamu ajak Kk Ied aja, mana tau dia mau
pulkam, biar nanti sekalian ajah.”
“Okay, nanti
aq telpon Kk Ied.”
Lanjut, saya
nelpon Kak Ied.
“Kak Ied dimana?”
“Lagi
kuliah.”
“Pulang jam
berapa? Kak Ied mau ikut ke Bukittinggi gak ?”
“Kapan? Kak Ied
rencananya juga mau pulkam siy.”
“Sekarang,
nah kebetulan biar nanti sekalian kita antar Kak Ied pulkam ajah.”
“Tapi Kak
Ied jam 17.00 baru kelar kuliahnya”
“Gak apa-apa
dhe, kami tungguin. Nanti langsung ke kantor aja yah.”
“Okay.”
Aku langsung
nemui Hanafi dan Defri bilang kalo Kak Ied mau ikut juga, sekalian mau pulkam. Mereka
langsung menyetujuinya. Sembari menunggu Kak Ied selesai kuliah, kami main
pimpong dulu. Ternyata Defri dikalahkan Hanafi 2-1, Defri dapat hukuman push-up.
---17.00---
Kak Ied
sudah sampe kantor, kami pun menyiapkan tas kerja masing-masing. Lalu Firman
muncul. Dia ditawarin Hanafi dan akhirnya dia ikut kami. Nah, Mery masih gak
ada kabarnya. Dapat ijin gak ya dari Nyokapnya.
Hanafi juga
mengajak temannya, Singgih. Kami pun berangkat menjemput Singgih terlebih
dahulu, kemudian baru menjemput Mery ke Pariaman.
Setelah
sampai di kos Singgih, Kak Ied nelpon Mery, ternyata dia tidak diijinin
Nyokapnya. Ya kalo emang Nyokapnya gak ijinin mo gimana lagi. Mery pun gak ikut
bareng kami ke Bukittinggi malam ini.
----18.15---
Azan magrib
berkumandang, kami berhenti di SPBU Lubuk Buaya. Tuk menunaikan sholat magrib,
karena saya dan Kak Ied lagi berhalangan, kami menunggu di mini market dekat SPBU
saja.
“Kak Ied,
Diz belum ijin ke Nyokap di rumah. Udah ditelpon, tapi ndak diangkat”
“Coba telpon
Adik Diz, Uli.”
“Oia, kenapa
gak kepikiran tadi yah.”
tut tut tut
“Uli, mana
Mama?” Uli pun langsung menyerahkan telpon ke Mama.
“Ma, Diz ke
Bukittinggi yah”
“Sama siapa?
Pulang jam berapa?”
“Sama teman-teman
kantor. Nanti paling jam 11 malam, tapi nanti diantar kok Ma.”
“Yaudah,
hati-hati di jalan ya.”
“Baik Ma, Assalammu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam”
---18.30---
Setelah para
lelaki menunaikan sholat Magrib, kami pun melanjutkan perjalanan ke
Bukittinggi. Hanafi sebagai pilot, gak bisa diam, ada aja omongannya. Yang ledekin
Defri, yang teriak-teriak gak jelas. Haha. Tapi gak apa-apa, daripada dia diem,
kita juga galau. Soalnya saya pernah ngalaminya, didiemin Hanafi. Yang aslinya
gokil amat, jadi aneh ajah.
---20.30---
Jalanan
lumayan rame. Tapi gak macet, jadi Cuma butuh 2 jam kami udah sampai di Jam
Gadang. Hanafi langsung ngajak makan sate di depan Jam Gadang. potooo
Setelah makan,
kami lanjutin muter-muter Jam Gadang, saya dan Kak Ied liat-liat baju dan
jilbab. Para lelaki ngikutin di belakang. Seperti biasa, Hanafi yang gak bisa
diam ituh, ngajakin ngobrol pada pedagang di sekitar Jam Gadang, biasanya yang
jual yang heboh, sekarang Cuma yang nemenin pembeli yang heboh.
Kami pun
menyempatkan berfoto-foto ria di Jam Gadang, ditemani Sang Badut, yang datang
tak diundang, teruz maksa minta bayaran.
| dengan latar jam gadang dan gerobak bapak penjual sate |
| poto bareng badut dan kak ied |
| Kak Ied yang potoin |
| alach, pura-pura ga sadar kalo dipoto :p |
| gaya suka-suka |
---22.00---
Setelah
capek dan merasa cukup waktu buat muter-muternya. Kami segera melanjutkan
perjalanan ke kampung Kak Ied di Padang Panjang. Butuh waktu 1.30 menit kami
sampai di rumah Kak Ied. Karena kami juga mampir di Sate Soleram di Pasar
Padang Panjang. Cuma kami berempat yang makan, Saya, Hanafi, Firman dan Kak
Ied. Defri dan Singgih masih kenyang dan memilih tidur di mobil.
---23.30---
Sampainya di
rumah Kak Ied, kamipun disuguhi teh hangat, dibuatin Nyokap Kak Ied, padahal
sebelumnya secara lembut udah saya tolak, tapi mungkin Nyokap Kak Ied kasian
liat kami datang tengah malam gini, jadi dibuatin yang anget-anget. Maklum
Padang Panjang kan dingin. Saya paksa temen-temen yang lain agar minumannya
cepat dihabisin, soalnya sekarang udah tengah malam. Nanti sampe Padang jam
berapa. Haduw....
Setelah
menghabiskan teh hangatnya, kami pun pamitan ke Nyokap Kak Ied dan Kak Ied. Sekarang
Cuma ada saya, Hanafi, Defri, Singgih dan Firman.
---23.45---
Meskipun
hampir tengah malam, di mobil tetap ribut. Saling ejek dan ledek. Kami pulang
lewat Danau Singkarak, Solok. Memang lebih jauh rute pulang ini ketimbang waktu
mau berangkat. Tapi kata Hanafi, masa mau jalanin jalan yang tadi lagi. Ya sudahlah,
saya pasrah aja. Padahal dihati udah gak karuan, karena gak nyangka kalo jam
segini masih di Padang Panjang. Alamak.
Selama
diperjalanan saya gak bisa tidur, karena saya memang susah tidur kalo lagi di
kendaraan, apalagi yang bawa mobilnya Hanafi, hahaha karena masih ababil jadi
sedikit labil bawa mobilnya. Hahaha. Defri dan Firman suka protes kalo hanafi
udah mulai gila bawa mobilnya. Tapi dengan
begitu, gak ada satu pun yang bisa tidur, kecuali Singgih.
----01.30---
Akhirnya
kami sampai di Kota Padang Tercinta. Saya minta dianterin ke rumah sama Defri
dan Singgih, karena rumah saya agak masuk ke gang sedikit, gak bisa mobil
masuk. Dan alhamdulillah saya gak dimarahi Nyokap.
Sedikit
lelah, tapi senang jalan-jalan bareng teman yang hobi jalan-jalan dan gak
masalah dengan waktu, mau siang mau malam, hajar ajah ayuk. Sebenarnya siy, kan
juga sayang mobil rentalnya dibiarin aja nanggur ampe besok pagi. Tapi intinya,
kami semua suka travelling.
---02.00---
ZZzzzzzzz
tidur

.jpg)
