Jumat, 02 Januari 2015

FRIEND'S



Manusia adalah makhluk sosial. Jadi kita gak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Salah satunya, Teman. Ya itu teman, beruntunglah orang-orang yang mempunyai banyak teman. Dan Alhamdulillah, saya mempunyai teman-teman yang selalu ada untuk saya. Yang ada disaat senang maupun susah. Dalam tulisan ini saya akan mengenalkan beberapa teman-teman yang selalu ada dikeseharian saya, baik itu dikantor maupun diluar kantor. Betapa bahagianya saya bisa memiliki mereka.

Baiklah saya akan memulai memberitahu siapa saja teman-teman yang ada dilingkungan hidup saya sekarang. Mungkin saya akan mulai dengan teman perempuan dulu, bukan karena factor saya juga perempuan. Hehe. Lets go…

Yang pertama, Sri Rahmayanti. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini berasal dari Padang Panjang. Lahir pada tanggal 13 Januari 1987. Dalam keseharian dipanggil “ie ie”, biasanya saya memanggil “Kak Ii”. Awalnya saya kira Kk Ii ini orangnya sombong banget, karena dulu saat ada acara ultah kantor di Medan, saya sempat beberapa kali berpapasan dengan dia, tp jangankan negur, kasih senyum aja ndak ada. Wew, sombongnya padahal sama-sama karyawan di perusahaan yang sama. Hehe. Tapi ternyata saya salah, setelah saya kenal dan tau siapa Kak Ii ini, orangnya asyik banget, murah hati, suka traktir, gak pelit dan beda 180 derajat dari dugaan saya sebelumnya. Sekarang Kak Ii lagi hamil, dia merid bulan Januari kemaren dengan teman sekantor saya juga namanya Bg Luthfi yang nanti akan saya ceritakan juga. Saya sering ditraktir makan, luluran bareng, ataupun ke pasar sama Kak Ii. Kak Ii ini royal banget kayaknya soale gak bosan-bosanya traktir kita-kita. Hoohooo…sering-sering aja yah kak. 

Sri Rahmayanti

 Yang kedua, Mery Handayani. Perempuan kelahiran Pariaman, 26 Desember 1989 ini adalah temannya teman kantor saya, Hanafi dan Defri. Entah karena apa saya bisa kenal sama Mery ini. Yang jelas sejak mempersiapkan perlengkapan Mendaki Gunung Merapi pada awal Mei 2014, saya sering main ke kos Mery. Saya piker, mungkin kami seumuran, senasib “jomblo” dan sehati. Hehe. Saya sering memanggilnya “cinta”. Upz jangan pikiran negative dulu, saya panggil dia begitu karena dia sangat baik sama saya. Menurut saya dia teman yang ikhlas kalau membantu, dia bakal bantu kalo dia bisa. Kalo kita salah ya dibilangnya salah, kalo kita benar, dia juga tidak akan segan memuji. Hehe. Sekarang dia lagi terlibat kasus friendzone, tapi saya gak mau bahas itulah, bisa-bisa dia marah sama saya. Yang jelas saya yakin Mery tau yang terbaik buat dia, mudah-mudahan dia bisa menjalani hubungan yang cukup rumit ini. Cinta, I love u.


Mery Handayani

Sekarang kita masuk ke teman-teman laki-laki. Yang ketiga, Hanafi, teman sekantor, putra Katimaha anak ke-3 dari 4 bersaudara ini pakai kacamata, rambutnya tagak-tagak. Hahaha. Piss hanap. Salah satu teman yang bisa dibawa cerita kemana aja. Serius okay, kl becanda rajanya. Teman-teman dikantor pada galau kalo hanap gak ada di kantor. Meskipun kalo becandanya kebangetan, tapi gak ada yang bisa marah sama dia. Hanafi ini teman yang beda dari teman-teman saya yang lain. Dia tau kalo saya sedang senang atau sedih, meskipun saya tidak bilang sama dia. Yah, saya punya pendapat kalo hanafi itu punya 2 kepribadian. Suatu saat dia bisa sangat serius dan nanti dia bisa jadi gokil banget. Selama ini, hanafi yang banyak bantu saya dalam menghadapi beberapa persoalan hidup. Ceile. Tapi memang benar gitu. Saya pun kalo curhat sama dia gak akan malu-malu. Saya utarain apa adanya, karena saya tau hanafi itu orangnya bagaimana. Meskipun usianya lebih muda dari saya, dia kelahiran 20 April 1992, tapi dia dewasa banget. Entah darimana dia belajar tentang kehidupan ini. Selain itu, dia juga banyak ilmunya dalam dunia teknologi. Dia suka membaca, mungkin karena suka membaca buku ini, dia bisa membaca pikiran orang lain? Entahlah. Who knows?. Yang jelas, kalo dikantor gak ada hanafi, dikantor bakal sepi. Kami cinta Hanafi dari hati :* 

H a n a f i


Yang keempat, Defrinaldi. Temen Kantor. Putra jambak ini, lebih muda 1 tahun dari saya, kelahiran 25 Desember 1990. Perawakannya rambut keriting, kulit sawo matang dan memakai motor Jupiter. Yang sering mengantar saya pulang, kalo saya gak bawa motor. Hehe. Defri ini orangnya kadang-kadang baik banget, kadang-kadang menyebalkan. Tapi saya tau, dia gak ada maksud jahat sama saya, tapi mungkin karena suatu ketika itu dia lagi M, ato lagi banyak pikiran, jadi saya kena ke”badmood”annya itu. Defri dikantor dipanggil “Dadep” atau kepanjangan dari “Uda Defri”. Meskipun dia lebih muda dari saya saya tetap saja panggil dia Dadep. Hoho. Dia salah satu teman yang terjebak friendzone ini. Hehe. Cemungudh dadep yak, selamat berjuang.

Defrinaldi

Yang kelima, Arfah Hadi. Sering dipanggil Pak Ar ato Pak Iar. Mungkin diantara teman-teman dikantor dia yang paling senior, jadi paling dihormati. Hanafi pernah cerita, dia bilang kalo pak iar, hanafi dan defri sayang sama saya. Ya saya juga merasakan hal itu. Karena Pak Iar ini sudah dewasa, terkadang saya suka curhat juga sama dia, itu dulu, ketika saya sempat dekat sama salah satu temannya. Sekarang kebanyakan kalo curhat Cuma tentang kerja ataupun teman-teman sekitar. Pak Iar ini punya hobi main domino, hehe, kalo dikantor lagi gak da kerjaan, biasanya bakal mangkal didepan kantor, di warung yang udah gak kepake lagi, maen domino sama karyawan tetangga kantor. Jadi kalo Pak Ar gak ada di kantor, cari aja disana, pasti ketemu. Hehe.

Arfah Hadi
 Yang keenam, Luthfi Eko BS. Kerja di NK juga. Dia adalah suami dari Kak Ii, putra Brebes ini kelahiran tanggal berapa yah, saya juga gak ingat, yang jelas tahun 1988, lebih tua satu tahun dari saya. Dia nge-fans sama band Gigi, dan dia yang ngompor-ngompori saya biar suka bola. Katanya kalo cewek suka bola itu keren. Yah, mumpung lagi ada Piala Dunia, saya coba untuk mencari tau dan menikmati sepak bola. Dan saya juga menjagokan Timnas Jerman di piala dunia 2014 ini. Awalnya karena ikut-ikutan siy, karena Mery, Hanafi dan Andre juga suka Jerman, jadi saya ikut. Hehe. Oh iya nanti Andre juga akan saya kenalkan. Bg Luthfi ini suka usil, sering cemeeh dan punya pantat yang bahenol. Haha. Tapi sosok abang yang baik kok. Dia anak pertama dari 4 bersaudara. Saya juga sudah pernah kerumahnya, Brebes. Waktu menghadiri pesta Yunan di Purwokerto, jadi saya dan temen-temen mampir ke Brebes. 

Luthfi Eko
 Yap selanjutnya yang ketujuh, Andre Setiawan, Putra Painan ini kelahiran 29 Juni 1992, temen kuliahnya Hanafi sama seperti Mery. Saya kenal dia, saat saya pergi jalan-jalan ke 3 pulau di Pariaman, jadi Hanafi juga ajak Andre. Dan juga tim waktu mendaki gunung 1 bulan yang lalu. Andre tadi beliin saya jersey Jerman, ciecie. Semalam udah muter-muter Kota Padang sampai jam 9 malam tapi gak nemu, akhirnya tadi siang dia udah dapat jerseynya, makasih Andre. Oh iya, biasanya saya panggil “kanda”sama Andre. Tapi panggil kandanya kalo di bbm ajah, kalo ketemu, panggil Andre lagi.hehe. dia juga panggil saya “dinda” kalo di bbm tapi kalo ketemu panggil Gadiz. Andre teman yang baik, suka membantu juga dan sering dijahilin Hanafi.


Andre Setiawan

Upz ada 1 lagi, berarti teman kedelapan, cewek siy, tapi bawaannya cowok abiz, dari segi berpakaian, kejiwaan dan keseharian. Namanya Fitri Ramfauza, saya baru tau nama panjanny Kak Ied ini barusan, bbm Mery. Saya lupa nama panjangnya. Dia adalah putri caniago dari Kota Padang Panjang. Salah satu tim saat muncak juga. Baru akrabnya juga karena mau muncak kemaren. Sekarang udah lumayan dekat, karena sering ketemu dikost-an Mery. Orangnya asyik, bentar lagi mau nikah, sama Defri. Bukan defri teman saya lho, tapi Defri yang lain lagi. Hehe. Semangat kak ied, doakan kami segera menyusulmu. Aamiin.

Fitri Ramfauza

 Yah itulah kedelapan teman saya. Yang belakangan sangat akrab. Saya berasa banget beruntungnya punya teman seperti mereka. Terima kasih teman, atas waktu, pikiran dan kasih sayangnya selama ini. Bahagia punya kalian. Luv u all…

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenarnya tulisan ini mau diposting 22 Juni 2014, tapi karena sesuatu dan lain hal baru hari ini terlaksana. Maaf yak teman-teman, mgkn ceritanya sedikit basi, tapi daripada di draft aja, mending diposting ajalah... shine on...

Rabu, 10 Desember 2014

MENDADAK BUKITTINGGI





---14.00---
Hari Jum’at ini kami rencananya mau jalan-jalan ke Painan. Berangkat setelah sholat Jum’at, nginap di Painan di rumahnya Andre. Tapi ternyata Andre Jum’at ini malah mau ke Padang, karena hari Sabtu dia mau ke Nyarai, Lubuk Alung sama teman kosnya di Padang. Mery pun masih di Pariaman, jadi yang ready Cuma Saya, Hanafi dan Defri.
“Napi, jadi ke Painan?”
“Anak-anak yang lain mana? Mery masih di Pariaman. Andre pun mau ke Padang.”
“Truz, gak jadi jalan-jalannya?”
“Ya mo gimana lagi.”

---16.00---
Hanafi kebetulan kemaren rental mobil buat nganter ortunya yang baru datang dari Jakarta ke Pasaman. Jadi rencananya mo dilanjutin rentalnya sampai hari Sabtu. Tapi berhubung ke Painannya di cancel dan mobil rentalnya pun baru dibalikkan Sabtu pagi, daripada nganggur, mending dibawa jalan-jalan. Hahaha dasar anak ekonomi.
“Napi, ayoklah kita ke Bukittinggi aja, gak usah nginap, main ke Jam Gadang abiz tu kita langsung cuzz Padang lagi.”
“Kita bertiga aja? (Saya, hanafi dan Defri)”
“Ajak Mery, kita jemput ke Pariaman sekalian. Kk Ied diajak juga, mana tau mau ikut.”
“Telponlah Mery”
“Okay.”
Saya langsung nelpon Mery.
“Mere, ayok ke Bukittinggi aja, kalo ke Painan kan kayaknya gak mungkin, Andre gak di rumah, kamu pun masih di Pariaman. Gimana? Nanti kami samperin ke Pariaman dhe.”
“Hmmmm gimana yak, aku ijin Nyokap dulu yah. Kamu ajak Kk Ied aja, mana tau dia mau pulkam, biar nanti sekalian ajah.”
“Okay, nanti aq telpon Kk Ied.”
Lanjut, saya nelpon Kak Ied.
“Kak  Ied dimana?”
“Lagi kuliah.”
“Pulang jam berapa? Kak Ied mau ikut ke Bukittinggi gak ?”
“Kapan? Kak Ied rencananya juga mau pulkam siy.”
“Sekarang, nah kebetulan biar nanti sekalian kita antar Kak Ied pulkam ajah.”
“Tapi Kak Ied jam 17.00 baru kelar kuliahnya”
“Gak apa-apa dhe, kami tungguin. Nanti langsung ke kantor aja yah.”
“Okay.”
Aku langsung nemui Hanafi dan Defri bilang kalo Kak Ied mau ikut juga, sekalian mau pulkam. Mereka langsung menyetujuinya. Sembari menunggu Kak Ied selesai kuliah, kami main pimpong dulu. Ternyata Defri dikalahkan Hanafi 2-1, Defri dapat hukuman push-up.

---17.00---
Kak Ied sudah sampe kantor, kami pun menyiapkan tas kerja masing-masing. Lalu Firman muncul. Dia ditawarin Hanafi dan akhirnya dia ikut kami. Nah, Mery masih gak ada kabarnya. Dapat ijin gak ya dari Nyokapnya.
Hanafi juga mengajak temannya, Singgih. Kami pun berangkat menjemput Singgih terlebih dahulu, kemudian baru menjemput Mery ke Pariaman.
Setelah sampai di kos Singgih, Kak Ied nelpon Mery, ternyata dia tidak diijinin Nyokapnya. Ya kalo emang Nyokapnya gak ijinin mo gimana lagi. Mery pun gak ikut bareng kami ke Bukittinggi malam ini.

----18.15---
Azan magrib berkumandang, kami berhenti di SPBU Lubuk Buaya. Tuk menunaikan sholat magrib, karena saya dan Kak Ied lagi berhalangan, kami menunggu di mini market dekat SPBU saja.
“Kak Ied, Diz belum ijin ke Nyokap di rumah. Udah ditelpon, tapi ndak diangkat”
“Coba telpon Adik Diz, Uli.”
“Oia, kenapa gak kepikiran tadi yah.”
tut tut tut
“Uli, mana Mama?” Uli pun langsung menyerahkan telpon ke Mama.
“Ma, Diz ke Bukittinggi yah”
“Sama siapa? Pulang jam berapa?”
“Sama teman-teman kantor. Nanti paling jam 11 malam, tapi nanti diantar kok Ma.”
“Yaudah, hati-hati di jalan ya.”
“Baik Ma, Assalammu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam”

---18.30---                                                      
Setelah para lelaki menunaikan sholat Magrib, kami pun melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Hanafi sebagai pilot, gak bisa diam, ada aja omongannya. Yang ledekin Defri, yang teriak-teriak gak jelas. Haha. Tapi gak apa-apa, daripada dia diem, kita juga galau. Soalnya saya pernah ngalaminya, didiemin Hanafi. Yang aslinya gokil amat, jadi aneh ajah. 

---20.30---
Jalanan lumayan rame. Tapi gak macet, jadi Cuma butuh 2 jam kami udah sampai di Jam Gadang. Hanafi langsung ngajak makan sate di depan Jam Gadang. potooo
Setelah makan, kami lanjutin muter-muter Jam Gadang, saya dan Kak Ied liat-liat baju dan jilbab. Para lelaki ngikutin di belakang. Seperti biasa, Hanafi yang gak bisa diam ituh, ngajakin ngobrol pada pedagang di sekitar Jam Gadang, biasanya yang jual yang heboh, sekarang Cuma yang nemenin pembeli yang heboh.
Kami pun menyempatkan berfoto-foto ria di Jam Gadang, ditemani Sang Badut, yang datang tak diundang, teruz maksa minta bayaran. 

dengan latar jam gadang dan gerobak bapak penjual sate

poto bareng badut dan kak ied

Kak Ied yang potoin

alach, pura-pura ga sadar kalo dipoto :p

gaya suka-suka


---22.00---
Setelah capek dan merasa cukup waktu buat muter-muternya. Kami segera melanjutkan perjalanan ke kampung Kak Ied di Padang Panjang. Butuh waktu 1.30 menit kami sampai di rumah Kak Ied. Karena kami juga mampir di Sate Soleram di Pasar Padang Panjang. Cuma kami berempat yang makan, Saya, Hanafi, Firman dan Kak Ied. Defri dan Singgih masih kenyang dan memilih tidur di mobil.

---23.30---
Sampainya di rumah Kak Ied, kamipun disuguhi teh hangat, dibuatin Nyokap Kak Ied, padahal sebelumnya secara lembut udah saya tolak, tapi mungkin Nyokap Kak Ied kasian liat kami datang tengah malam gini, jadi dibuatin yang anget-anget. Maklum Padang Panjang kan dingin. Saya paksa temen-temen yang lain agar minumannya cepat dihabisin, soalnya sekarang udah tengah malam. Nanti sampe Padang jam berapa. Haduw....
Setelah menghabiskan teh hangatnya, kami pun pamitan ke Nyokap Kak Ied dan Kak Ied. Sekarang Cuma ada saya, Hanafi, Defri, Singgih dan Firman.

---23.45---
Meskipun hampir tengah malam, di mobil tetap ribut. Saling ejek dan ledek. Kami pulang lewat Danau Singkarak, Solok. Memang lebih jauh rute pulang ini ketimbang waktu mau berangkat. Tapi kata Hanafi, masa mau jalanin jalan yang tadi lagi. Ya sudahlah, saya pasrah aja. Padahal dihati udah gak karuan, karena gak nyangka kalo jam segini masih di Padang Panjang. Alamak.
Selama diperjalanan saya gak bisa tidur, karena saya memang susah tidur kalo lagi di kendaraan, apalagi yang bawa mobilnya Hanafi, hahaha karena masih ababil jadi sedikit labil bawa mobilnya. Hahaha. Defri dan Firman suka protes kalo hanafi udah mulai gila bawa mobilnya. Tapi dengan begitu, gak ada satu pun yang bisa tidur, kecuali Singgih.

----01.30---
Akhirnya kami sampai di Kota Padang Tercinta. Saya minta dianterin ke rumah sama Defri dan Singgih, karena rumah saya agak masuk ke gang sedikit, gak bisa mobil masuk. Dan alhamdulillah saya gak dimarahi Nyokap.
Sedikit lelah, tapi senang jalan-jalan bareng teman yang hobi jalan-jalan dan gak masalah dengan waktu, mau siang mau malam, hajar ajah ayuk. Sebenarnya siy, kan juga sayang mobil rentalnya dibiarin aja nanggur ampe besok pagi. Tapi intinya, kami semua suka travelling.

---02.00---
ZZzzzzzzz tidur

ALHAMDULILLAH





Segala puji bagi Allah, atas segala karuniaNya. Alhamdulillah pagi ini disaat lagi lapar, karena sebelum ngantor ndk sempat sarapan di rumah, saya dibawain bubur ayam sama Bu Jul. Terima kasih Bu. Meskipun saya kurang suka bubur ayam, tapi nggak masalah. Hahaha. Dulu Bu Jul juga pernah bungkusin nasi uduk, sering-sering aja ya Bu. Terima kasih Allah. Rezeki datang tanda diduga.

Bubur Ayam dari Bu Jul


Setelah dapat sarapan gratis, kira-kira pukul 11.30 Bu Budi nelpon saya.
“Diz, ada di kantor?”
“Ada Bu.”
“Saya sebentar lagi ke kantor ya.”
“Baik Bu.”
Tidak lama kemudian, dari gerbang masuk Honda Jazz, waah Bu Budi udah datang, tapi membawa sebuah bungkusan.
Tok tok tok, “Gadiz”
“Ya Bu, masuk”
“Ini uang arisan saya, maaf kemarin telat.”
“Hehe, gak apa2 bu.”
“Ini makan siang buat Gadiz.” Sambil menyerahkan kantong plastik berisi nasi bungkus Lamun Ombak.
“Alhamdulillah, makasih banyak Bu. Waaah jadi enak ini. Hehehe. Repot-repot Ibu bawain Diz makan siang segala.”
“Gak apa-apa Diz, tadi saya juga mau beli buat di rumah, teruz mau mampir ke kantor, jadi saya lebihkan aja.”
“Makasiih banyak Bu. Sering-sering aja, Bu.” Sambil becanca hahaha tapi sebenernya ngarep.
“Yaudah, saya pamit dulu Diz, mau jemput Ayid sekolah dulu.”
“Baik Bu, hati-hati dijalan.”
“Assalammu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Padahal semalam gak ada mimpi apa-apa. Tapi banyak dapat rezeki hari ini, Alhamdulillah Ya Allah.
 Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

Nasi Bungkus dari Bu Budi