Kamis, 13 Juli 2017

Allah is Always With Us


Dalam hidup, akan datang dua sisi kehidupan di mana Allah sedang menunjukkan kasih sayangnya. Ntah itu dalam bentuk kebahagiaan atau kesedihan. Dua-duanya tanda Allah sayang, dua-duanya menentukan kita untuk bersikap. Bagaimana menyikapi kebahagiaan, bagaimana menyikapi kesedihan...

Hal paling sulit adalah menyikapi sisi gelap. Mencari-cari cahaya Allah di tengah kegelapan pekat; tersandung batu tak terlihat, terjatuh karena menabrak batang pohon besar yang tak tampak oleh kedua mata, meraba-raba sekeliling untuk mencari pegangan dalam kegelapan...

Berada di sisi gelap itu sama halnya seperti menyikapi banyak orang yang melontarkan pertanyaan menyakitkan hanya karena rasa penasaran, menerima tuduhan-tuduhan yang tak berdasar hanya karena mereka merasa lebih tahu, terjatuh lagi sedemikian parah karena merasa sendiri tak ada yang memahami. Lupa bahwa Allah ada, lupa jika tidak ada orang lain yang bisa kau genggam, ada Allah yang bisa kau genggam. Kau berhenti mencari cahaya-Nya, lalu memutuskan bertahan dalam kegelapan, terpuruk jatuh. Terluka selamanya...

Menjadi tetap anggun dalam menyikapi segala masalah itu butuh ditempa, latihan terus menerus. Menjadi pribadi yang selalu berprasangka baik kepada Allah juga perlu latihan tanpa henti. Ingatlah bahwa Allah sedang menaikkan derajatmu. Kau tidak sendiri, ada Allah di sisi-Mu. Menunggu kau meminta perlindungan-Nya, menunggu kau percaya kepada-Nya secara utuh untuk menyelesaikan masalahmu dan mengobati kesedihanmu. Tahu tidak, mengapa masalahmu selalu terasa sangat berat seolah tak ada jalan keluar?

"Karena kau tidak percaya kepada-Nya secara utuh, kemudian berhenti mencari secercah cahaya teduh-Nya. That's why."


By : Nadhiraarini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar