"Surat Dari Surga"
Dear Bunda..
Hari ini Tuhan memberikan aku
selembar kertas putih..
Tuhan bilang Bundaku sedang merindukanku..
Maka Tuhan memintaku untuk menulis
surat untukmu..
Aku menulis surat ini sambil
membayangkan wajah cantikmu.. Aku ingin memberitahukan Bunda bahwa aku disini baik baik saja..
Di sini aku tidak sendiri Bunda..
Di sini juga tidak sempit dan tidak
gelap.. Aku di sini bersama teman temanku..
Kami bermain di tempat yang sangat indah, luas dan tak pernah ada malam..
Kami tidur di kasur yang empuk..
Dininabobokan dan dibelai oleh
bidadari surga..
Nyamaan sekali..sama seperti saat aku
berada diperut Bunda.. Tapi akhir2 ini aku merasa sedih, aku
melihat Bundaku masih sering
menangis..
Bunda sangat rindu ya sama aku.. Di sini aku meminta kepada Tuhan
agar Ia segera memberikan Bunda adik untukku..
Agar bunda di sana ada teman..
Agar bunda bisa tertawa kembali dan
melupakanku.. Jika dengan mengingatku Bunda
menitikan air mata, maka aku lebih baik Bunda lupakan..
Aku sayang Bunda.. Jika Bunda membaca suratku ini aku
ingin Bunda tersenyum, karena senyum Bunda yang aku rindukan..
Jangan bersedih..
Aku sudah sangat bahagia disini.. Karena aku telah menyimpan sebuah
hadiah terindah untuk Ayah Bunda..
Hadiah yang akan aku persembahkan
jika saatnya tiba..
Hadiah ini ditawarkan Tuhan saat aku digerbang surga.
Tuhan bilang aku boleh
memilih..kembali kepada orangtuaku
atau hadiah itu..
Karena aku sangat sayang Ayah
Bunda, maka aku memilih hadiah tersebut..
Hadiah ini lebih berharga dari jiwaku..
Akan kusimpan baik2 hadiah ini
sebuah kertas kecil bertuliskan "Tiket
Surga untuk Ayah dan Bunda"
Tersenyumlah bunda.. Berbahagialah..
Hadiah ini sangat pantas
kupersembahkan untuk kalian
orangtua yang pernah memberikan
aku cinta bahkan sampai detik ini..
Terima kasih terima kasih tak akan cukup..
Namun tetap kuucapkan terima kasih
untuk segala daya dan upaya dalam
menjagaku sewaktu itu.. Hmmmm...
Sudah dulu yah Bunda.. Teman temanku mau mengajakku
bermain..
Bunda tersenyum donggg...
Aku sayang Bunda dan Ayah..
Peluk cium dari ananda..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar