Senin, 16 Juli 2018

Akhirnya garis dua yang ke-2

Alhamdulillah diberi kepercayaan sama Allah, untuk mengandung lagi. Sebelumnya mau flashback dulu, saya pernah melahirkan pada tanggal 29 Juli 2017, tapi anak saya tidak selamat karena asfiksia. Setelah konsultasi pasca melahirkan, dokter memperbolehkan kami langsung promil, tidak perlu menunggu sampai beberapa bulan, karena Alhamdulillah saya melahirkan Shimla (Nama anak saya yang telah duluan ke Syurga) secara normal.
 
Berhubung bulan November 2017 saya dan suami akan melaksanakan Umroh ke Tanah Suci dan tidak mau mengambil resiko ketika sedang umroh hamil, jadi kami memulai promil setelah pulang Umroh.
 
Sepulangnya dari Umroh, awal bulan Desember sebagai salah satu ikhtiar yang kami ketahui, kami mulai rutin mengkonsumsi habbatusssauda dan membaca surat Maryam ayat 1-11 selepas sholat (saya baca dari instagram dr. Bawono Suryo) dan selalu memperhatikan masa subur saya karena peluang hamil lebih besar (bisa install aplikasi kalender mensturasi) dan Alhamdulillah juga haid saya teratur.
 
Mendekati jadwal haid bulan Januari, saya harap-harap cemas, halangan gak ya? Soalnya saya pengen banget langsung hamil lagi. Saya minta dibelikan tespek, tapi suami bilang, nanti dulu, tunggu telat dulu baru kita tes. Namanya saya gak sabaran, pulang kantor saya mampir apotik, paginya saya tes dan hasilnya negatif.
 
Jadi saya merasakan apa yang dirasakan ibu-ibu diluar sana yang sangat menanti-nantikan garis dua di tespek. Kecewa ketika hasil menunjukan hasil negatif. Tapi beruntung mempunyai suami yang selalu sabar, memberikan support, tidak patah semangat dan selalu ada disaat suka dan duka. Terima kasih pak suami. love u.
 
Selama bulan Januari kami terus gempur lagi ikhtiar dengan Sholat Hajad, Dhuha, Baca Quran Surat Maryam 1-11 dan tetap konsumsi habbatussauda, sampai saya bilang ke suami,
kalo bulan Februari masih halangan gimana?
Yasudah, kita ikhtiar dan doa lagi terus, percaya sama Allah, Dia akan memberikan rejeki disaat yang tepat.
 
Baiklah, menuju siklus haid bulan berikutnya saya menyiapkan hati jika masih negatif juga. Saya tidak buru-buru tes lagi ketika baru telat 1 hari, kata teman saya tunggu telat 1 minggu dulu baru tespek, biar hasilnya lebih jelas.
 
Dan saya ternyata sudah telat 1 minggu, tanpa menunggu, sepulang kantor saya langsung tes urin karena gak sabar nunggu urin subuh yang katanya lebih akurat. Dan Alhamdulillah garis 2, saya langsung keluar kamar mandi dan suami langsung menghampiri, langsung saya peluk, Alhamdulillah positif.
 
Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas semua kebaikanMu kepada hamba, mengabulkan permintaan kami. Semoga kami bisa menjadi orangtua yang bijak, yang bisa membimbing anak kami menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
 
Besok harinya saya langsung ajak suami konsul ke dokter spesialis kandungan dr. Ariadi dikliniknya, seteleh mendaftar via telpon saya mendapat antrian no. 33. Katanya siy emang rame karena dokternya bagus, berpengalaman. Dan Alhamdulillah ketika di USG, udah ada kantong rahimnya dan saya dinyatakan hamil. Segala puji bagiMu Ya Rabb.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar